11 Desember, 2013

Kualitas Terbaik dengan Semen Tiga Roda - Bagian 4: "Beton"

Bagian 4 : "Beton"

Artikel Baru Seri Kualitas Terbaik dengan Semen Tiga Roda. 

Valencia, Spain
Hampir setiap hari kita banyak bersinggungan dengan semen dan beton, dalam bentuk yang berbeda dan memudahkan kita dalam membangun struktur yang kuat dan kreatif untuk perlindungan dan kenyamanan. Beton mempunyai kuat tekan yang tinggi, dengan kemampuannya itu arsitek dapat merancang dan membuat gedung tertinggi di dunia dengan struktur yang paling kreatif yang pernah ada. Proyek-proyek besar tersebut menggunakan beton ready mixed dengan standar kualitas dan bahan baku berkualitas tinggi. Salah satunya Pionir Beton merupakan salah satu produsen readymixed Indocement untuk proyek-proyek besar di Indonesia.

Texas Freeways
Beton Campur dalam Proyek
Sebagian besar di Indonesia pembuatan beton  masih dicampur secara manual dengan tangan terutama proyek-proyek seperti rumah, ruko, sekolah, dan bangunan komersial yang lebih kecil. Kualitas dari adukannya sulit untuk di kontrol dan bahan baku yang digunakan mungkin tidak yang terbaik. Penting bagi kontraktor dan tukang mengerti bagaimana caranya dalam  mencapai kualitas beton yang baik untuk keselamatan dan bangunan yang lebih tahan lama.



Bagaimana Caranya Beton Berfungsi


Beton merupakan campuran dari semen, pasir, batu split dan mungkin ada tambahan beberapa aditif untuk membantu workabity. Semen memiliki kuat tekan yang sangat tinggi tetapi tidak dapat digunakan sendiri. Semen disini bekerja sebagai perekat dalam mengikat pasir dan batu kerikil /split bersama-sama. Beton yang dikombinasikan dengan batang besi yang mempunyai kuat lentur tinggi membentuk beton bertulang yang berfungsi dalam membuat struktur tinggi, jembatan, kolom dan lantai rumah kita.



Semen Portland

Beton Foto Mikroskopis
Hidrasi Semen
 1. Saat air ditambahkan kedalam semen terjadi reaksi kimia yang membentuk jaring-jaring kristal mineral. Reaksi tersebut menimbulkan panas kemudian kristal  akan mengikat pasir / agregat atau besi dalam campuran beton.

2. Setting awal pengerasan terjadi dalam waktu 1 - 2 jam setelah itu 90% dari kekuatan harus dicapai setelah 28 hari.







3. Reaksi ini disebut Hidrasi dan dapat dipengaruhi oleh banyak hal:
   1. Reaksi akan berhenti apabila tidak tersedia lagi air bebas pada campuran, efek yang     terjadi lemah dan permukaan beton menjadi lunak. 
    2. Terlalu banyak air membuat beton lemah karena rasio air dan semen tidak berimbang sehingga semen tetap tidak terhidrasi  dengan baik efek yang terjadi adalah retak karena penyusutan dan permukaan  beton menjadi lunak. 
  3. Jumlah air yang rendah pada semen rasio akan memberikan hasil yang lebih kuat. 0,55 adalah target yang baik tetapi hal itu tergantung pada kualitas pasir dan workability.
     4. Aditif beton dapat digunakan untuk mengurangi kebutuhan air.
     5. Kotoran organik dalam pasir dapat mengurangi kekuatannya hingga 50%.

Pasir

Pasir Limestone 
1. Artikel Kokoh sebelumnya membahas tentang plester dan Pasangan Bata termasuk tips tentang kualitas pasir dapat dibaca secara online di mortartigaroda.blogspot.com
2. Kualitas pasir terbaik tanpa tanah lumpur atau kotoran organik dan dengan ukuran gradasi yang baik akan menghasilkan beton terbaik.
3. Bentuk pasir udutnya sebaiknya bulat. Partikel pasir berbentuk rata/lancip sulit untuk bercampur dan  membutuhkan lebih banyak air.

Batu Split








Batu Split

Ukuran batu split / kerikil harus diantara 10mm hingga 30mm dan bersudut bulat. Hindari berbentuk pipih.
Batuan bisa berasal dari bgranit atau andesit atau sejenis batu kapur keras.

Air

1. Air sebaiknya tidak mengandung kotoran atau garam yang dapat mengurangi atau menunda hidrasi semen.
2. Jangan menggunakan terlalu banyak air karena akan mengurangi kekuatan beton dan meningkatkan risiko retak. Terlalu sedikit air akan mengurangi kekuatan dan kering terlalu cepat yang akan menghasilkan permukaan beton berdebu dan lunak.

Standar Percampuran

Ada banyak variasi dalam desain campuran beton dan rekomendasi ini adalah untuk pencampuran pembuatan beton dilokasi. Beton struktur yang dirancang oleh para insinyur untuk kekuatan kelas tertentu sebaiknya menggunakan supplier beton readymixed seperti Pionir Beton yang mutunya lebih terjaga dari manual.
         


Retak dan Penyusutan

Semen dan beton memiliki banyak celah mikro yang merupakan bagian normal efek dari reaksi hidrasi. Hal itu merupakan  cara terjadinya ikatan antara semen - pasir dan split. Proses ini dapat menjadi masalah visual juga apabila celah-celah tersebut bergabung satu sama lain sehingga membentuk menjadi retak yang lebih besar.

Semen mengalami penyusutan selama terjadi reaksi hidrasi dan hal ini dapat menyebabkan retak panjang. Penggunaan tali air dalam mengarahkan penyusutan akan lebih baik sehingga retak beton menjadi lebih terkontrol. 

Jika pasir memiliki kandungan lumpur tinggi maka membentuk retak yang lebih banyak pada beton karena lumpur akan ikut menyusut. Hal ini mirip dengan penyusutan tanah lumpur di "sawah" yang kita lihat pada musim kemarau. Kandungan lumpur tinggi akan bermasalah karena dapat mengembang saat basah dan menyusut saat kering dan proses dapat berlanjut terus menerus. 

"Kanker" Beton
Efek jangka panjang dari celah-celah tersebut adalah dapat mengakibatkan air masuk kedalam beton dan membuat korosi pada beton bertulang, hal ini sering disebut "kanker beton". Celah-celah tersebut dapat membuka bagian yang kedap air atau permukaan yang dicat dan memungkinkan air masuk ke dalam beton. Perubahan siklus basah dan kering akan menyebabkan pergerakan pada acian atau plester sehingga terjadi  retak dan tidak menempel pada  beton. Efek lainnya adalah hasil akhir aplikasi menjadi kotor karena air masuk kedalam retak sambil membawa kotoran dan polusi kedalam retak.

18 November, 2013

Masalah Kelembaban dan Jamur pada Dinding

1. Kerusakan pada Cat / Acian dinding 

yang diakibatkan oleh air dalam tanah yang naik sampai setinggi 80 cm di sepanjang dinding bawah dalam rumah yang muncul bukan karena kebocoran dari air pipa atau bak mandi.

2. Volume air tanah yang berada  di bawah sekitar dinding dan lantai yang  perlahan terkumpul banyak, membuat  air tidak langsung mengalir seluruhnya keluar menjauhi rumah, tetapi  air tersedot melalui kapiler tembok dan plester dinding  lalu keluar melalui acian. 

3. Permasalahan diatas tidak cukup diperbaiki  hanya pada bagian yang terkena saja, tetapi  kita harus mencari sumber airnya dengan mencegah air kembali masuk, mengallrkannya menjauh dari rumah, setelah itu memperbaiki dindingnya.

Penyebab sumber air yang memungkinkan :

a. Air yang mengalir pada celah antar bangunan .
b. Air yang  berasal dari atap tidak masuk ke sistem  drainase dengan baik kemudian   
    merembes melalui tanah dibawah lantai.
c. Jarak Ketinggian tanah dengan lantai rendah sehingga air tanah mudah merambat ke    
    dinding.
d. Adanya drainase yang  terlalu dekat dengan dinding/pondasi bangunan.


4. Pencegahan

a. Dak beton harus dipastikan sudah diwaterproofing dengan baik  untuk menampung/ menahan rembesan air dari genteng. Air yang jatuh diatas atap datar /dak atau air yang turun melalui pipa harus dicek,ujung pipa keluarnya sebelah mana, apabila melalui dak maka air harus diarahkan sehingga  tidak masuk kedalam celah antar dinding batas disebelah kiri.
b. Air yang turun melalui dinding ke tanah melalui pipa harus dicek kondisi sambungan pipanya benar atau tidak. Cara terbaik adalah membuat kotak penampungan air/ kotak drainase di depan dak yang kemudian dialirkan kebawah melalui pipa.


c. Semua air dari dak yang turun melalui pipa kecil yang tertanam ke dinding, lalu   keluar di bagian bawah menuju  saluran pembuangan. Jika ini adalah satu- satunya pipa keluaran untuk dari dak maka pipa yang digunakan terlalu kecil dan tidak memiliki sistem overflow lainnya apabila volume air banyak meluap.
d. Mengubah sistem keluar dengan pipa baru dan sistem overflow dan menutup pipa lama . Memasang sebuah kotak logam/plastik dengan system drainase lubang untuk  air meluap dan pipa baru dengan diameter besar 150mm jika memungkinkan  dapat   dibuat persegi atau bulat. (sesuai dengan gaya rumah )
e. Pipa dari atap harus masuk ke bak dalam tanah dan keluar ke saluran Jalan. Jangan masuk ke drainase untuk tanah atau pipa lain.
f. Pastikan bahwa dinding yang berdekatan menempel dengan dak ditutup dengan  benar menggunakan bahan membran yang dapat menutup sampai dinding kira-kira   sampai 100mm.
g. Mengecat dinding yang berdekatan dengan dinding tetangga dengan cat tahan air dan perbaiki retak apabila ada.
h. Pasang bak drainase penampungan bawah di pinggir rumah . Pipa baru dari atap dapat dialirkan ke bak itu dan kemudian dapat memasang  sebuah pipa besar baru yang dialirkan menjauhi rumah.
i. Pipa lama dapat dibuang.
j. Level tanah yang terlalu  dekat dengan lantai rumah yang mengakibatkan apabila hujan  deras air yang terserap ditanah akan mudah mengalir ke bawah  rumah.  


k. Adanya saluran yang berdekatan dengan pondasi rumah mengakibatkan air dengan mudah masuk kedinding yang merambat melalui pondasi, sebaiknya saluran ini di ditutup atau dibuatkan kembali pembuangan air dalam tanah dengan jarak 60cm sampai 1m di seluruh tepi rumah yang dialirkan menjauhi rumah atau ke saluran air umum.



5. Setelah pekerjaan waterproofing dan pencegahan selesai , tunggu beberapa bulan untuk melihat apakah ada perubahan dinding dalam menjadi kering,  karena hal ini memerlukan waktu yang lama untuk membuat dinding menjadi kering .

Ketika dinding sudah lebih kering dapat mengganti plaster yang lama dengan plaster yang baru setinggi 80cm / setinggi dinding yang bermasalah, tambahkan cairan latex kedalam adukan agar dinding menjadi lebih tahan air, setelah plaster kering sempurna aplikasi acian dan setelah itu bisa cat.

Kami berharap bahwa point-point ini dapat memecahkan masalah kelembaban di dalam rumah Anda .



17 Oktober, 2013

Kualitas Terbaik dengan Semen Tiga Roda - Bagian 3: "PLESTER"

Bagian 3 : "Plester"


Pada artikel kokoh bagian 3 ini, kita fokus akan membahas bagaimana membuat dinding plaster yang baik, artikel sebelumnya dapat dilihat pada Kokoh Juni 2013 - Kokoh Agustus 2013 tentang Acian dan Pasangan Bata. Semua artikel mortar Tiga Roda sebelumnya juga dapat dibaca di mortartigaroda.blogspot.com

Untuk kualitas terbaik kami sarankan menggunakan plester mortar dicampur. Produk mortar dirancang untuk aplikasi lebih mudah dan  mengurangi risiko retak. 

Kualitas pasir

Bulan lalu kita membicarakan tentang bagaimana memastikan kualitas pasir yang baik untuk membuat pasangan bata dan plester mendapatkan hasil terbaik. Jika pasir memiliki kandungan lumpur tinggi> 5% maka akan ada banyak penyusutan di plester setelah kering.

Pasir yang anda gunakan harus memiliki kadar lumpur dan kandungan organik rendah serta memiliki gradasi yang baik. Ukuran pasir harus dari 0.1mm ke 2.0mm.


Semen

Semen merupakan bahan material yang menghasilkan kekuatan dan tahan air, apabila dikombinasikan dengan kualitas baik pasir dapat membuat dinding plester yang sangat baik. Plester harus fleksibel dan terikat baik pada bata. Jika jumlah semen terlalu tinggi akan terlalu kaku dan mudah retak. Jika jumlah semen terlalu rendah plester akan halus dan mudah lepas.




       Aplikasi
Pasir
Semen
Plester - Tempat Basah
3
1
Plester - Tempat Kering
5
1

Persiapan

1. Dalam mendapatkan hasil kekuatan terbaik sebaiknya plaster menunggu 2 minggu setelah pasang bata selesai. Hal ini untuk mencegah terjebaknya air di dalam dinding apabila aplikasi lebih awal, karena dibawah itu pasangan batanya masih basah.

2. Basahi bata secukupnya sebelum aplikasi karena apabila bata atau bata ringan terlalu basah maka ikatan antara plester dan dinding akan sangat lemah. Juga air yang terperangkap akan menciptakan pertumbuhan bakteri yang akan membuat noda dan merusak cat.

3. Saluran listrik, pipa air, pipa AC dan kotak saklar harus dipasang masuk ke dalam bata kemudian ditutup menggunakan material plester sama yang akan digunakan, hal ini dilakukan minimal 3 hari sebelum aplikasi plester. Tahapan seperti ini dapat mencegah retak plester dari susut karena pergerakan pipa.

4. Untuk proyek bertingkat, kolom praktis merupakan bagian dari konstruksi dinding dan sebaiknya menempel pada pasangan bata, bukan untuk kolom struktural. Kolom praktis sebaiknya menyatu dengan balok dan lantai diikat dengan besi yang berguna menahan dinding tidak bergerak selama gempa bumi.

5. Pada proyek satu lantai  dinding yang dapat diikat pada kolom dan balok menjadi satu sehingga mereka membentuk struktur tunggal yang solid. Struktur pada proyek bangunan bertingkat akan banyak pergerakan dari gempa bumi, defleksi (lendutan) karena adanya tekanan, pergerakan pondasi, perbedaan suhu dll.  Balok dan kolom struktur harus selalu  terpisah dari dinding non struktural hal ini memungkinkan untuk mudah bergerak.

6. Untuk mengontrol retak yang disebabkan oleh gerakan struktural plester tersebut harus dibuat celah untuk pergerakan atau tali air. Tali air harus dibuat apabila ada pertemuan  plester dan kolom struktural atau balok atau bahan yang berbeda seperti kayu atau baja. Jika plester yang bersambungan seperti diatas tanpa udara tali ada kemungkinan terjadi retak yang tidak teratur pada plester dan acian. Fungsi tali ini menyamarkan apabila terjadi retak,karena retakan yang terjadi akan berada dalam celah itu.


Kepalaan

Dalam memastikan tingkat dan ketebalan plaster yang benar, tukang harus mempersiapkan kepalaan / patokan plester sebagai panduan untuk alat jidar selama aplikasi. Kepalaan ini dibuat dengan bahan yang sama ( perbandingan semen pasir nya dan kualitas pasir yang sama ) dengan plaster yang akan digunakan nantinya. Jangan membuat kepalaan lebih kuat  dari plester, karena akan membuat penyerapan air berbeda , efek yang terjadi setelah aplikasi acian akan menyebabkan retakan di sepanjang tepi kepalaan tersebut.

Aplikasi untuk Plester

1. Basahi tembok, bata ringan atau beton dan jangan aplikasi plester di bawah sinar matahari yang kuat atau angin kencang yang bisa membuat pekerjaan terlalu cepat kering. Semen membutuhkan air untuk hidrasi yang memberikan kekuatan untuk campuran plester. Setelah aplikasi plester, lembabkan dinding untuk beberapa hari dan agar kekuatan dinding dapat meningkat.

2. Plester yang dikamprot ke dinding diratakan menggunakan Jidar a. (a panjang lurus dari aluminium atau kayu) Ketika dinding setengah kering, tukang dapat membuat dinding lebih halus dengan roskam besi atau, jika tidak ada acian yang akan diaplikasikan.

3. Beton harus dibersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan minyak apapun dari cetakan setelah itu beton di ‘chipping’/ dikasari untuk memberikan permukaan kasar atau dapat menggunakan agen bonding / lem putih untuk memberikan adhesi yang baik ke permukaan beton Bonding agent dapat dicat pada beton sebelum plesteran atau dapat dicampur dalam plester.

4. Metode pencampuran terbaik adalah dengan menggunakan mixer molen listrik yang akan memastikan plester homogen. Pencampuran di lantai dengan cara tradisional tidak dapat menghasilkan campuran semen merata di plester.

5. Ada cara lain dalam aplikasi plaster yaitu menggunakan mesin semprot ( spray ) untuk plaster dalam hal ini harus menggunakan mortar yang siap pakai dalam menghasilkan produk yang maksimal. Metode ini belum banyak digunakan di indonesia.

6. Rata-rata ketebalan untuk plester pada bata harus 15mm dan 10mm pada bata Ringan. Jika plester harus tebal sebaiknya diaplikasikan dalam 2 tahap.

7. Sudut luar dapat menggunakan logam atau plastik yang ditempel ke plester atau langsung ke dinding untuk mendapatkan hasil acian lurus. Hal ini tidak umum bagi Indonesia dan sebagian proyek hanya akan menggunakan plester dalam membuat sudut. Hasil yang baik dapat dicapai jika menggunakan mortar berkualitas  dan hasil aplikasi plester rata dan lurus menggunakan jidar lurus serta kepalaan sebagai panduan.


Aplikasi plester adalah tahap yang paling penting dari konstruksi dinding. Ini adalah dasar untuk Acian kualitas dan finishing cat dan perawatan harus diambil untuk melakukan pekerjaan dengan baik plester Anda.











Dengan kualitas Plester/Acian bagus, 
rumah ini pasti tahan lama.







19 Agustus, 2013

Tiga Roda wins "Top Brand" award for Mortar.

Top Brand Award 2013
click to read

TR30 Acian Putih received the highest % rating for Mortar in the recent "Top Brand Awards 2013" awards. Click on the link to read the full story from the Indocement website.

12 Juli, 2013

Kualitas Terbaik dengan Semen Tiga Roda - Bagian 2 : Pasangan Bata


Bagian 2 : Pasangan Bata dengan Semen Tiga Roda.     


Hasil terbaik untuk Pasangan Bata dan Plester adalah dengan menggunakan mortar berkualitas, yang dibuat menggunakan semen terbaik, pasir yang berkualitas dan aditif. Kenyataan yang terjadi dilapangan sebagian besar proyek-proyek di Indonesia masih menggunakan metode tradisional dalam mencampurkan pasir dan semen di tempat sehingga hasil yang mereka dapatkan tidak maksimal. Berikut adalah beberapa tips tentang cara untuk mendapatkan hasil terbaik dengan menggunakan Semen Tiga Roda.

Pencampuran di Lokasi Proyek
Kontraktor yang menggunakan Semen Tiga Roda mereka selalu yakin bahwa kualitas semen yang digunakannya adalah yang terbaik dan dapat dipercaya. Hal yang sama tidak bisa dikatakan untuk pasir dan metode pencampuran yang digunakannya dalam aplikasi pasangan bata dan plester. Jika proyek ini menggunakan pasir dengan kandungan lumpur dan kotoran organik rendah serta gradasi pasir yang baik maka hasilnya akan jauh lebih baik.
Proyek harus menentukan  campuran terbaik antar pasir, semen dan air serta membuat sebuah sistem untuk memastikan bahwa Tukang / kenek dalam melakukannya. Pencampuran sebaiknya menggunakan mixer portable ( molen mixer ) yang sebelumnya  tukang telah mengukur komposisi campuran antara pasir,semen dan air terlebih dahulu kemudian dimasukkan ke dalam mixer.

Wadah / Dolak pencampuran tradisional yang diaduk menggunakan cangkul, tidak dapat menghasilkan campuran homogen dan lebih sulit dalam mengontrol proporsi campuran.


Kualitas Pasir
Pasir dapat diuji di proyek langsung dengan cara mencampurkan pasir dengan air bersih kedalam botol plastik bening, kemudian kocok pasir dan air sampai tercampur dan lalu diamkan kira- kira 30-60 menit campuran dalam botol, sampai terbentuk pemisahan. Setelah itu akan terlihat kandungan lumpur diatas pasir, ukur ketinggiannya kemudian bagi dengan total ketinggian lumpur ditambah pasir. Maksimum kadar lumpur yang disarankan adalah dibawah 5.0%. Air akan berubah menjadi gelap jika ada kandungan organik tinggi pada pasir.

Kandungan organik  pada pasir dapat diuji lebih akurat dengan menambahkan beberapa soda api, yang mana akan melarutkan kotoran organik dan mengubah warna air menjadi gelap.
Kualitas pasir baik memiliki gradasi dari ukuran 0.1mm sampai 2.0mm dengan bentuk bulat.

Gradasi Pasir Bagus


Tes Lumpur
Tes Organik







Hasil pengujian pasir
 Kualitas pasir
 Hasil
 Kandungan Lumpur Tinggi
 Retak penyusutan
 Kandungan Organik Tinggi
 Kekuatan turun, timbul bercak hitam
 Partikel pasir satu ukuran
 Kekuatan daya ikat turun,mudah lepas
Kebutuhan air tinggi
 Kekuatan turun, retak penyusutan

Bata Merah
Rendahnya kualitas bata merah dan kualitas pasir akan membuat spasi pada pasangan bata dan plester menjadi lebih tebal. Bata merah yang baik lebih presisi dan keras, hal ini tidak selalu tersedia dipasaran, sehingga harganya menjadi lebih mahal.

Bata merah sebaiknya dibuat sedikit lembab sebelum aplikasi pasangan, sehingga sewaktu aplikasi tidak terlalu menyedot air dari adukan semen terlalu cepat. Bata Merah sebaiknya jangan terlalu basah pula karena terlalu banyak air akan menyebabkan kekuatan ikatan pasangan menjadi lemah, mudah retak dan lepas. Sebaiknya tumpukan batu bata ditutup dengan lembaran plastik apabila sebelum diaplikasikan untuk menghindari hujan.

Pemasangan bata menggunakan pola selang-seling "Brick Bond" jangan menggunakan pola garis lurus "Obligasi Stack" karena akan membuat pasangan tidak ada ikatan serta mudah lepas dan retak. Dinding bata harus saling berikatan satu dengan yang lainnya atau mengikat pada Kolom Praktis.

Kolom Praktis berguna untuk mencegah dinding non-struktural jatuh/lepas dari struktur apabila terjadi  gempa. Mereka harus diikat / dibuatkan angkur pada balok, lantai dan kolom menggunakan besi .


Dinding bata non struktural tidak harus mendukung struktur balok untuk rumah multi level atau bangunan. Celah  harus dibuat antara pasangan bata dan balok untuk memungkinkan lendutan/muai susut dan pergerakan struktur. Celah tersebut bisa diisi dengan styrofoam atau bahan lembut lainnya. Jika dinding/pasangan yang dibangun menyentuh balok maka tekanan struktur akan masuk ke dalam dinding dan menyebabkan retak diagonal panjang.

Tidak ada Celah antara balok dan dinding
Celah di isi dengan Styrofoam

Rumah satu tingkat tidak perlu menggunakan metode kolom praktis yang mana kolom, balok dan dinding bergabung bersama sebagai satu unit.
Pasangan terlalu terbal
Menggunakan Mortar atau pasir berkualitas yang baik akan memungkinkan tukang dalam mengaplikasikan pasangan bata dengan spasi tipis yaitu 10 - 15mm, dinding akan lebih lurus dan plester akan lebih tipis.









Bata Ringan
Bata Ringan adalah blok besar ringan dan dapat membuat dinding lebih rata dan akurat ketika mereka diaplikasikan menggunakan "Thinbed" mortar dengan ketebalan 2mm - 3mm. Dinding akan lebih lurus dan plester bisa kurang dari 10mm.

Apabila menggunakan pasangan pasir tradisional dan semen spasi pasangan dan plaster akan lebih tebal, tidak akan seakurat thinbed mortar. Ikatan antara bata ringan dan campuran tradisional lebih lemah karena bata ringan lebih menghisap air dari adukan pasangan karena tidak tersedia cukup air untuk semen berhidrasi, apabila menggunakan pasangan tradisional sebaiknya kondisi bata harus selalu lembab sebelum di rekatkan dan pasangan harus dilembabkan selama 3 hari setelah aplikasi.

Saya tidak menyarankan mencampurkan pasangan dinding menggunakan bata merah dan bata ringan karena bata merah mempunyai sifat sedikit memuai sedangkan bata ringan akan sedikit menyusut. Apabila ini dilakukan dapat menyebabkan beberapa retak di kemudian hari.

Mortar Pasangan Bata

Merupakan produk terbaik untuk pasangan bata dengan kualitas campuran kering yang baik, memakai pasir kualitas baik  dan aditif, untuk mendapatkan pengerjaan yang maksimal. Ketika digunakan untuk  bata merah hasilnya akan lebih baik karena memiliki daya ikat dan workability yang lebih baik . Aplikasi bata ringan sebaiknya menggunakan mortar thinbed untuk aplikasi dinding lebih cepat dan lurus sehingga plester yang digunakan lebih tipis. Alternatif pengganti plaster aci adalah render apabila pasangan dinding sudah lebih lurus lebih cepat dan murah.

Dalam isu kokoh berikutnya kami akan membahas bagaimana untuk mendapatkan hasil terbaik bagi Plester dan Beton.