20 Oktober, 2009

Project Case Study Marketing Office


1.0 Bangunan Rangka Baja

Bangunan menggunakan rangka baja, lantai dari beton dan dinding dari bata merah. Konstruksi baja tidak sekaku konstruksi beton sehingga biasanya terjadi pergerakan yang dapat mengakibatkan retak pada dinding.

Pasangan dinding bata pada dasarnya sangat kaku.

Kualitas plesteran tidak baik, banyak terjadi retak akibat struktural maupun akibat penyusutan. Mereka menggunakan acian mortar abu – abu pada dinding lantai dasar tetapi hasilnya banyak terjadi retak dan di beberapa tempat berdebu.

2.0 Mock up

Kami melakukan mock up White Mortar TR30 pada dinding lantai pertama dimana hanya terdapat beberapa keretakan akibat penyusutan pada plesteran dinding tersebut.

Kami hanya sekali membasahi dinding plesteran, kemudian melakukan acian TR30 seluas 1 m x 1 m. Ternyata waktu pengeringan terlalu cepat, kurang dari 20 menit, sehingga penyelesaian acian lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak memoles dengan styrofoam.

Kami melakukan mock up yang ke dua, tetapi dinding plesteran dibasahi sebanyak dua kali. Hal tersebut untuk memastikan acian tidak terlalu cepat kering. Hasilnya sangat baik dengan aplikasi sangat mudah dan hanya memerlukan sedikit memoles dengan styrofoam.


3.0 Rekomendasi

Kontraktor maupun tukang proyek tersebut sangat terkesan dengan proses maupun hasil acian TR30. Mereka juga dapat belajar bagaimana menerapkan acian TR30 dengan baik.


Masalah yang terjadi pada proyek tersebut antara lain:

3.1 Plesteran banyak terjadi retak yang disebabkan oleh pergerakan struktur baja dan akibat penyusutan.


Hal tersebut dapat diatasi dengan menambahkan dilatasi antara baja dengan dinding bata. Sedangkan retak akibat penyusutan disebabkan pasir yang digunakan banyak mengandung lumpur. Sebaiknya pasir yang digunakan kandungan lumpurnya tidak lebih dari 5 %.

Retak – retak pada plesteran tersebut dapat diatasi dengan mengisi retakan tersebut menggunakan White Mortar TR30 ditambah lem putih (50 gr / 2 kg TR30).


3.2 Retak – retak pada acian abu – abu.

Dilihat dari jenis retakanya hal tersebut disebabkan plesteran baru berumur tiga hari sudah dilakukan acian. Dimana plesteran pada umur tersebut masih terjadi penyusutan yang mengakibatkan retak pada acian. Disarankan acian dilakukan setelah plesteran berumur 14 hari.


3.3 Acian yang berdebu.

Hal tersebut disebabkan kurang membasahi plesteran sehingga acian terlalu cepat kering. Pada kondisi tersebut proses hidrasi semen terganggu sehingga mengakibatkan daya rekat acian rendah. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan membashi plesteran lebih banyak.


3.4 Acian mengelupas

Hal tersebut terjadi akibat plesteran yang rapuh akibat pasir yang digunakan mengandung banyak lumpur. Untuk memperbaikinya plesteran dan acian harus dikupas kemudian diplester dan diaci ulang.

28 Agustus, 2009

Acian Putih TR30 - Acian Tips


Kualitas Plesteran
Aplikasi acian sangat tergantung dari kualitas plesteran.Kualitas plesteran yang baik akan menghasilkan acian yang baik pula. Plesteran harus rata dan halus sehingga akan menghemat bahan acian.

Jika pasir yang digunakan untuk plesteran mengandung lumpur terlalu tinggi, maka plesteran akan terjadi penyusutan yang tinggi sehingga plesteran akan terjadi retak.

Sebelum dilakukan acian plesteran harus kering dan tidak terjadi lagi penyusutan
Seharusnya acian dilakukan pada plesteran berumur 2-3 Minggu untuk dinding dalam sedangkan untuk dinding luar bisa lebih cepat (2 Minggu). Apabila acian terlalu cepat dilakukan maka dapat menimbulkan retak pada acian.

Jika dinding bata sangat basah pada saat dilakukan plesteran, maka air akan terperangkap sehingga diperlukan waktu lama untuk mengeluarkan air tersebut.

Membasahi Plesteran
Membasahi plesteran pada saat akan melakukan acian adalah penting, hal tersebut untuk menghindari agar acian (White Mortar) tidakterlalu cepat kering. Semen pada White Mortar sangat membutuhkan air untuk proses hidrasi. Jika acian terlalu cepat kering maka hasil acian akan lunak dan permukaan acian akan berdebu.

Apabila waktu yang dibutuhkan dari selesai penghamparan acian sampai acian dapat dipoles sekitar 20-30 menit maka kelembaban plesteran cukup. Tetapi apabila kurang dari 20 menit berarti plesteran terlalu kering dan apabila lebih dari 30 menit berarti plesteran terlalu lembab.

Tebal Acian
Tebal acian harus 1-3 mm. Jika kurang dari 1 mm akan mengering terlalu cepat. Apabila lapisan pertama kurang dari 1 mm maka sebelum lapis pertama tersebut kering harus dilakukan lapis berikutnya sampai minimal 1 mm.

Apabila pada plesteran banyak lubang maka satu hari sebelum dilakukan acian, lubang – lubang tersebut harus ditutup.

Apabila tebal acian lebih dari 3 mm, maka harus dilakukan dua lapis. Biarkan lapisan pertama kering selama beberapa hari baru dulakukan lapis berikutnya.

Jalur Pipa Listrik
Sebelum acian White Mortar dilakukan jalur pipa listrik harus ditutup terlebih dahulu dengan plesteran.
Komposisi campuran untuk plesteran dan untuk menutup jalur pipa listrik harus sama. Apabila tidak sama akan terjadi perbedaan pengeringan pada saat dilakukan acian, sehingga penyelesaiannya akan lebih sulit.

Kepala Plesteran
Komposisi campuran untuk kepala plesteran juga harus sama dengan plesteran sehingga waktu pengeringan pada saat dilakukan acian akan sama / merata.

Kolom Praktis
Antara kolom praktis dan dinding bata sering terjadi retak akibat berbagai gerakan dan penyusutan. Untuk menghidari hal tersebut bisa dibuat tali air antara kolom praktis dengan dinding bata atau dengan menambahkan lem putih pada adukan plesteran.

Komposisi Campuran
Perbandingan campuran acian White Mortar adalah 2-2,5 TR30 : 1 air (berdasarkan volume). Pencampuran dapat dilakukan dengan tangan atau mesin mixer. Pencampuran dengan mixer akan menghemat penggunaan air.
Campuran jangan terlalu encer seperti acian semen abu – abu karena akan mengakibatkan terjadinya susut dan hasilnya lebih lunak.

Lebih baik pencampuran dapat dilakukan dengan cara direndam seperti yang telah dilakukan beberapa tukang. Caranya isi ember dengan White Mortar s
ebanyak maksimal 3/4 ember, kemudian rendam ember yang telah terisi White Mortar tersebut, biarkan beberapa saat sampai gelembung udara dari ember tersebut tidak ada. Angkat ember tersebut kemudian tuangkan airnya dan adukan bisa digunakan.

Roskam
Sebaiknya menggun
akan roskam besi atau paralon untuk melakukan aplikasi acian White Mortar TR30 dan ketika setengah kering poles acian tersebut menggunakan styrofoam untuk mendapatkan permukaan halus.

Penggunaan roskam kayu akan membuat adukan lebih kental dan hasilnya kurang halus. Begitu juga apabila kantong semen digunakan untuk memoles hasilnya kurang bagus dan hasil acian kelihatan kotor.
Jaga peralatan dan ember agar tetap bersih dan tidak terkontaminasi aplikasi semen abu – abu.

Sudut Luar
Bagian sudut luar harus menggunakan profil logam atau plastik, tetapi hal ini tidak biasa digunakan di Indonesia. Bisa juga untuk sudut luar ditambahkan semen putih sebanyak 10-20 % untuk mendapatkan hasil lebih keras.

Untuk aplikasi acian dinding beton dan plafon beton dapat menggunakan White Mortar TR30 dengan menambahkan 2% (berdasarkan volume) lem putih. Lem putih tersebut untuk menambah kekuatan dan fleksibilitas.




Dinding Luar
Untuk dinding luar dapat menggunakan White Mortar TR30 tetapi aplikasinya harus lebih hati-hati harus dipastikan dinding dalam keadaan lembab.Pada saat aplikasi harus terlindung dari sinar matahari dengan menutup terpal. Hal tersebut agar acian tidak terlalu cepat kering.

Bagian atas permukaan dinding yang tidak tertutup atap dan dapat menyerap air hujan, permukaan acian harus dibuat sedikit miring sehingga air cepat mengalir. Dan tambahkan lem putih sebanyak 5 % pada White Mortar untuk aplikasi tersebut. Hal ini untuk memberikan daya tahan terhadap air. Untuk meningkatkan daya tahan terhadap air sebelum acian berumur 1 bulan dilakukan pengecatan minimal satu lapis.

Perbaikan Retak
Perbaikan keretakan dapat dilakukan dengan menggunakan White mortar TR30 dengan mencampur 5% lem putih. Retak rambut sering terjadi pada acian namun hal tersebut tidak akan muncul kembali setelah dilakukan pengecatan, kecuali retak tersebut diakibatkan retak struktural yang masih bergerak.

Pengecatan
Pengecatan dapat dilakukan setelah acian berumur 5 hari, dan apabila alkali maksimal PH = 9 dan kelembaban dinding maksimal 14%.

White Mortar TR30 sudah putih dan tidak memiliki masalah dengan alkali, berbeda dengan acian tradisional. Acian TR30 tidak perlu plamir atau cat dasar. Pengecatan cukup dilakukan dua lapis, cat yang berkualitas akan memberikan hasil yang baik.

18 Agustus, 2009

Proyek Menteng Jakarta

1. Kondisi Proyek

Proyek rumah tinggal di Menteng telah menerapkan penggunaan White Mortar TR30 dengan kualitas sangat baik. White Mortar digunakan pada plesteran dinding bata ringan .

Mereka menggunakan cara yang berbeda dengan yang biasa dilakukan untuk acian White Mortar TR30 tetapi hasilnya sangat bagus. Rumah tersebut memiliki dinding yang lebar dan tinggi , dan pemilik rumah menghendaki dinding tersebut rata.

2. Cara Aplikasi

Pencampuran dilakukan dengan menggunakan mesin bor dimana pengaduknya terbuat dari besi beton yang ujungnya dibuat bulat, seperti terlihat pada photo. Komposisi campuran 2 mortar : 1 air, hasilnya sangat homogen dan lebih sedikit penggunaan air dibandingkan dengan pencampuran manual.

Kualitas plesteran sangat baik, rata, kering, dan umur plesteran lebih dari dua minggu.

Mereka membasahi plesteran sekitar satu jam sebelum dilakukan acian dan dilakukan penyiraman ulang sesaat sebelum dilakukan acian. Hal tersebut dilakukan karena dinding bata ringan lebih banyak menyerap air.

Untuk mendapatkan hasil acian yang rata mereka menggunakan kawat galvanis diameter 1,5 mm sebagai dudukan / tahanan jidar. Caranya kawat tersebut diikatkan dengan erat ke batas acian dinding bawah dan batas acian dinding atas dengan menggunakan paku, posisi kawat harus rapat dengan plesteran. Jarak antara kawat disesuaikan dengan panjang jidar yang digunakan. Acian siap diaplikasikan dan apabila adukan sudah dihamparkan, kemudian diratakan dengan menggunakan jidar (seperti terlihat pada photo. Dengan cara tersebut dihasilkan acian yang rata.

Dengan diameter tali 1,5 mm mendapatkan tebal acian 2 mm sehingga untuk 1 zak @ 40 kg dihasilkan acian seluas 15 m2.

Sehubungan dinding – dinding berukuran lebar dan tinggi, dan tukang tidak ingin ada sambungan acian maka tukang tersebut membasahi plesteran lebih banyak, sehinga diperlukan waktu pengeringan 40-50 menit. Dengan waktu pengeringan yang lama tersebut tukang cukup waktu untuk menyelesaikan acian tersebut dengan hasil baik.

Mereka kemudian memoles acian tersebut dengan roskam kayu degan hasil baik. Saya menyediakan mereka beberapa styrofoam sebagai pengganti roskam kayu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Roskam kayu akan meninggalkan noda pada acian.

Mereka menggunakan roskam plastik untuk aplikasi acian. Tetapi mereka sangat senang ketika kami coba menggunakan roskam besi panjang hasilnya halus dan lebih cepat.

Pada proyek tersebut untuk semua jalur pipa listrik sudah dipasang sebelum dilakukan plesteran. Sehingga tidak ada keretakan yang disebabkan oleh jalur pipa listrik maupun retak akibat struktur pada acian yang menggunakan White Mortar TR30 tersebut. Untuk dinding luar menggunakan acian tradisional dan terdapat keretakan di beberapa tempat.

Sebelumnya tukang pada proyek tersebut memoles acian dengan menggunkaan roskam plastik warna hitam tetapi hasilnya terdapat noda-noda hitam / gelap. Untuk memoles acian yang terbaik adalah menggunakan Styrofoam.


3. Kesimpulan

Proyek tersebut merupakan contoh dari beberapa tukang yang terampil, walaupun mengaplikasikan White Mortar dengan cara yang berbeda tetapi hasilnya sangat baik.

Tukang dan pengawas memahami bagaimana cara untuk mencapai kualitas yang baik. Dan yang penting bagaimana / sejauhmana membasahi plesteran untuk menyesuaikan pengaturan waktu acian.

28 Juli, 2009

Surabaya Project

1. Aplikasi White Mortar TR30


Proyek perumahan ini merupakan perumahan kelas menengah di Surabaya Barat. Proyek tersebut menggunakan White Mortar TR30 dan beberapa produk acian siap pakai untuk acian dinding dalam. Sedangkan untuk acian dinding luar menggunakan acian tradisional.


2. Hasil


Menurut mereka White Mortar hasilnya lebih bagus dan lebih cepat pengerjaannya dibandingkan acian siap pakai lainnya, tetapi proses keringnya memerlukan waktu yang lebih lama.


Sebelum dilakukan pengecatan, PH acian harus dibawah 9 dan kelembaban maksimal 14 %. Pengujian dilakukan oleh Mowilex sesuai standar persyaratan pengecatan mereka.


Unit-unit rumah (2 unit), yang menggunakan White Mortar, kelembabannya masih di 18 % setelah acian berumur tiga Minggu, dan menurut mereka kondisi tersebut terlalu lama. PH sudah cukup dibawah 9.


3. Kelembaban yang Terperangkap di Dinding


Pada saat pengerjaan dinding pasangan bata dan plasteran, menggunakan banyak air. Sebaiknya plasteran dilakukan setelah pasangan bata cukup kering, demikian juga untuk acian, dilakukan setelah plasteran cukup kering. Jika plasteran dilakukan pada saat pasangan bata masih basah, maka diperlukan proses lama untuk mengeluarkan air keluar permukaan plasteran. Dan apabila pekerjaan acian dilakukan terlalu cepat maka air akan terperangkap di dalam plasteran dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk keluar.


Berdasarkan keterangan dari supervisor proyek, bahwa plasteran dilakukan pada saat pasangan bata masih sangat basah (ini terjadi pada beberapa rumah yang menggunakan TR30) . Hal ini yang menyebabkan kelembaban masih tinggi ketika acian sudah berumur lebih dari tiga minggu.


Sebenarnya hal tersebut bukan merupakan masalah pada acian, hanya saja dibutuhkan waktu lebih lama untuk dapat dilakukan pengecatan.


4. Dinding Luar


Hasil acian tradisional untuk dinding luar di beberapa tempat terjadi retak dan hasilnya tidak sebagus acian menggunakan TR30.

White Mortar TR30 dapat digunakan untuk dinding luar tetapi harus diperhatikan permukaan plasteran harus dibasahi lebih banyak dan jangan diaplikasikan pada saat terik Matahari atau pada saat angin kencang.

Untuk area yang terbuka seperti misalnya dinding pembatas disarankan ditambahkan lem putih sebanyak 5 %, hal tersebut untuk menambah fleksibilitas dan lebih kedap terhadap air. Penambahan lem putih juga disarankan untuk sisi atas dinding yang terbuka maupun acian pada permukaan beton.


Untuk acian sudut, baik untuk dinding dalam maupun dinding luar disarankan ditambahkan semen sebanyak 20 %. Hal tersebut untuk memberikan kekuatan lebih pada sudut dimana sudut rentan terhadap benturan.


5. Kesimpulan


Proyek ini merupakan contoh penggunaan White Mortar TR30 yang baik walaupun ada beberapa masalah tetapi hal tersebut disebabkan oleh faktor luar yang dapat diselesaikan.

Menejemen proyek telah melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk menjamin/menjaga kualitas hasil akhir dan mereka juga dapat melihat keuntungan penggunaan White Mortar TR30 dibandingkan acian mortar abu-abu maupun acian tradisional.


Mereka menggunakan roskam besi untuk aplikasi dan menggunakan styrofoam untuk menghaluskan acian. Rencananya mereka akan mengalihkan semua acian dinding menggunakan TR30.


Cost Comparison


Acian Semen

Acian White Mortar TR30

Materials Acian

2.85

kg/m2

2,500

Rp/m2

2.0

kg/m2

2,750

Rp/m2

Labour



4,000

Rp/m2



3,200

Rp/m2

Plamir



1,400

Rp/m2



0

Rp/m2

Cat Dasar



1,800

Rp/m2



0

Rp/m2

Cat Finis (2 lapis)



3,700

Rp/m2



3,700

Rp/m2

Total



13,400

Rp/m2



9,650

Rp/m2










Saving

28%








Kelapa Gading Project

1. Rumah di Kelapa Gading


White Mortar TR30 digunakan untuk semua acian baik di dalam maupaun di luar bangunan berlantai tiga. Diaplikasikan dengan kualitas baik pada plesteran yang menggunakan semen PCC Tiga Roda dengan perbandingan 1 semen : 3 pasir. Sebagian besar dinding menggunakan bata merah dan beberapa dinding menggunakan bata ringan. Pada kolom dan balok beton dilapis plesteran sebelum dilakukan acian menggunakan White Mortar TR30.

2. Result

Hasil acian sangat bagus, dengan tebal acian 1,5 – 2 mm.

Pegerjaanya lebih cepat dibandingkan acian semen abu2. Hasil acian pada dinding lantai satu kurang halus karena tukang masih belajar cara terbaik menggunakan White Mortar TR30.

Mandor sangat senang dengan TR30 karena memberikan hasil yang baik dan lebih cepat pengerjaanya, dua kali lebih cepat dibandingkan semen abu2. Bahkan mampu menyelesaikan acian dinding dengan ukuran 5 m x 10 m dalam sekali pengerjaan.

Mandor menggunakan roskam kayu dan ha

silnya sangat bagus.


2.1 Conduit Cracks

Terdapat beberapa keretakan mengikuti jalur pipa air kotor, pipa listrik, dan sambungan antara dinding bata dengan kolom. Hal ini disebabkan oleh gerakan bangunan dan penyusutan plesteran dimana acian tidak mempunyai kekuatan untuk menahan. Untuk mengatasi masalah ini retakan harus dibobok, dibasahi, kemudian diplester lagi dengan adukan yang lebih kuat dan flexible. Untuk mendapatkan kualitas lebih baik disarankan semen dicampur dengan lem putih.

Sering conduit diisi dengan campuran yang kurang kuat dan dilakukan hanya beberapa hari sebelum dilakukan acian. Dengan penyusutan dan gerakan di sekitar conduit akan menyebabkan retak jika acian dilakukan terlalu dini atau jika plesteran tidak kuat. Secara umum plesteran terjadi penyusutan pada umur 2 Minggu pertama.


2.2 Concrete Joint Cracks

Sambungan antara dinding bata dan beton mempunyai gerakan yang berbeda sehingga sering terjadi retak. Jika memungkinkan dibuat alur pada plesteran dan acian ( tali air ) sehingga retakan akan mengikuti alur tersebut sehingga tidak terlihat. Tetapi biasanya para designer / pemilik rumah tidak suka dengan hal tersebut lebih memilih kerataan dinding. Bisa juga dengan memperbanyak stek besi pada sambungan dinding bata dan kolom. Atau dengan menambahkan lem putih sebanyak 10 % pada adukan plesteran untuk memberikan fleksibilitas dan mengurangi keretakan melalui acian.

Keretakan dibobok kemudian diisi dengan White Mortar TR30 dengan ditambahkan 10 % lem putih. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya retak tetapi kemungkinan terjadinya retak lagi ada sebagai akibat penurunan / gerakan dari bangunan tersebut.


2.3 Boundary Wall Cracks

Seperti terlihat pada photo ada masalah dengan tembok pagar samping garasi yang memiliki banyak keretakan akibat penyusutan di bagian dinding atas. Keretakan yang terjadi di bagian atas tembok mengakibatkan air masuk dan keluar melalui retak rambut pada acian dan meninggalkan noda pada retak rambut. Untuk mengatasi hal tersebut bagian atas dinding harus waterproof harus dilapisi Aquaproof, atau dengan menambahkan lem putih pada plesteran / acian. Sehingga air tidak masuk ke dalam tembok Juga harus dibuat sedikit kemiringan untuk memudahkan air mengalir.

Retak diagonal adalah karena masalah pada pondasi. Ini adalah batas dinding dengan tetangga dan bukan bagian dari struktur bangunan dan kemungkinan dibangun atas dasar pondasi lama. Keretakan yang tidak terlalu lebar menunjukan gerakan hanya sedikit.

Untuk menyelesaikan masalah disarankan waterproofing bagian atas dinding dengan menambahkan 10 % lem putih pada White Mortar TR30 dan 5 % lem putih + White Mortar TR30 untuk acian dinding samping.


2.4 Shrinkage Cracks

Pada salah satu dinding kamar mandi di lantai atas menunjukan terjadinya retak rambut dengan pola kulit telur. Seperti dapat dilihat dalam photo, retakan mengikuti pola retak pada plesteran hal ini bisa disebabkan karena acian terlalu cepat kering atau plesteran terlalu basah acian sudah dilakukan. Jika acian dilakukan tetapi terjadi penyusutan keretakan yang akan ditampilkan melalui acian. Hal ini muncul sebagai retak rambut di White Mortar TR30 dan akan hilang setelah dilakukan pengecatan.


3. Kesimpulan

Proyek ini merupakan contoh yang baik penggunaan White Mortar TR30 dan beberapa masalah yang timbul karena factor external yang dapat diselesaikan. Tukang yang telah mampu menerapkan produk dan tanpa pengalaman sebelumnya dengan TR30 dengan menggunakan roskam kayu. Kami menyarankan menggunakan roskam besi atau pralon dan digosok menggunakan Styrofoam, tetapi mereka menunjukan walaupun dengan metode tradisional bisa mendapatkan hasil yang baik.